<?xml version="1.0" encoding="Windows-1252" ?>
<?xml-stylesheet title="XSL_formatting" type="text/xsl" href="/sitedesign/oneworld/rss.xslt"?>
<!DOCTYPE rss PUBLIC "-//Netscape Communications//DTD RSS 0.91//EN" "http://my.netscape.com/publish/formats/rss-0.91.dtd">

<rss version="0.91">
<channel>
<link>http://www.oneworld.net/article/archive/57</link>
<language>en_GB</language>
<title>OneWorld Africa - OneWorld.net/English/Topics/Health/AIDS</title>
<description></description>
<item>
<title>Youth convention on AIDS</title>
<link>http://southasia.oneworld.net/article/view/160553/1/57</link>
<description>Indian Committee of Youth Organisations will be holding a national convention in partnership with UNICEF from May 28-30, 2008 in Bangalore, India. The event will provide a platform for various youth groups and networks across the country to take up issues concerning the fight against AIDS.</description>
</item>
<item>
<title>UNICEF’s helping hand for Nepalese families living with HIV</title>
<link>http://southasia.oneworld.net/article/view/160487/1/57</link>
<description>In Nepal, many women and children live with HIV/AIDS passed on to them by their husbands and fathers. UNICEF is helping them by taking care of their treatment and arranging for education of their children.</description>
</item>
<item>
<title>Afghanistan to promote condom usage</title>
<link>http://southasia.oneworld.net/article/view/160432/1/57</link>
<description>Considered a taboo and anti-Islamic during Taliban regime, condom usage in Afghanistan is slowly increasing. The government however feels a need to boost its demand to achieve public health targets on STD prevention and reduction in maternal mortality.</description>
</item>
<item>
<title>A unique way to fight AIDS</title>
<link>http://southasia.oneworld.net/article/view/160306/1/57</link>
<description>For N.Nandadevi, a dedicated health activist in Manipur in north-eastern India, mere counseling on HIV/AIDS is not enough to tackle the fatal disease. A believer in pragmatic solutions, she distributes disposable syringes among drug users to prevent transmission through shared needles.</description>
</item>
<item>
<title>HIV e dae-o</title>
<link>http://uk.oneworld.net/article/view/160305/1/57</link>
<description>HIV, stigma, animation, music.</description>
</item>
<item>
<title>Tidak Ada Ruang Rawat Inap, Balita HIV Selalu Terlantar</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83615</link>
<description>Jumlah bayi positif HIV di Indonesia meningkat. Sejak 1996 hingga 2008, lebih dari 250 bayi positif HIV dan 30% di antaranya meninggal sebelum usia 5 tahun. Penyebabnya, tidak ada ruang rawat inap khusus bagi balita HIV—bahkan hingga sekarang.</description>
</item>
<item>
<title>RSUD Bontang Siapkan VCT di Ruang Seruni </title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83613</link>
<description>Di Bontang, konseling dan tes HIV/AIDS menjadi masalah yang cukup merisaukan. Pemkot Bontang bekerjasama dengan KPAD Bontang membuka VCT di Ruang Seruni RSUD Bontang. Fasilitas ini memudahkan masyarakat mendapat layanan HIV/AIDS.</description>
</item>
<item>
<title>Tegal Peringkat Delapan HIV/AIDS di Jateng</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83589</link>
<description>Penderita HIV/AIDS di kawasan Pantura terus mengalami lonjakan tinggi, tak terkecuali Kota Tegal. Dalam jangka waktu Mei 2006 hingga Desember 2006, terdapat delapan kasus baru. Tegal menjadi kota ke-delapan—dari 35 kota di Jateng—yang rawan HIV/AIDS.</description>
</item>
<item>
<title>Kawasan Timur Aceh Gerbang Penyebaran AIDS</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83588</link>
<description>Sebagai gerbang perbatasan dengan Sumatera Utara, wilayah Aceh Timur rawan penyebaran HIV/AIDS. Terbukti, Kota Langsa menempati urutan pertama kasus HIV/AIDS di Aceh. Secara kumulatif, dari beberapa daerah di Aceh Timur, saat ini terdeteksi 19 HIV/AIDS</description>
</item>
<item>
<title>Pasca-Tsunami, HIV/AIDS di Aceh Meningkat</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83574</link>
<description>Penderita HIV/AIDS di Aceh meningkat pasca terjadinya tsunami. Pada tahun 2004 hanya ada satu kasus, namun akhir tahun 2007 terdeteksi 22 kasus.  Bahkan, estimasi orang berisiko tinggi terjangkit HIV/AIDS mencapai 1.039</description>
</item>
<item>
<title>Tiap Tahun, Penderita HIV/AIDS di Padang Meningkat Hampir 50%  </title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83573</link>
<description>Meski berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), bukan berarti Kota Padang bebas HIV/AIDS. Setiap tahun, jumlah penderita penyakit itu meningkat hampir 50%. Tahun 2006 tercatat 23 penderita AIDS kemudian  tahun 2007, 44 penderita. Kini, baru dua bulan memasuki 2008, penderita sudah mencapai 13 orang.</description>
</item>
<item>
<title>Banyak Anak Jalanan Pengidap HIV/AIDS di Semarang Tidak Terdeteksi </title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83570</link>
<description>Kasus HIV/AIDS di kalangan anak jalananan diduga jauh melebihi data yang terkumpul. Kehidupan yang bebas dan tidak terjangkaunya layanan kesehatan menjadi sebab penyebarluasan penyakit. Akibatnya, banyak anak jalanan yang mengidap HIV namun tidak menyadarinya</description>
</item>
<item>
<title>Depkes Tidak Tanggapi Aksi ODHA Gugat Distribusi ARV</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/article/view/160124/1/57</link>
<description>Jakarta,SatuDunia: Pendistribusian ARV kembali bermasalah. Setelah pada tahun 2007 terputus 5-6 kali, pada Maret-April 2008, ARV kembali terhenti. Sekelompok ODHA menuntut transparansi distribusi ARV ke Depkes RI. Namun sayang, aksi mereka tidak mendapat tanggapan.</description>
</item>
<item>
<title>Dari 170 Ribu Gay di Jabar, Abiasa Jangkau 10 Ribu</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/article/view/160100/1/57</link>
<description>Bandung, SatuDunia. Sudah jelas diketahui, gay termasuk kelompok berisiko tinggi tertular HIV/AIDS. Namun, upaya penanggulangan HIV/AIDS di kalangan ini banyak terkendala. Selain tertutup, komunitas ini juga sensitif dalam interaksi sosial. Tak terkecuali komunitas gay Jawa Barat di bawah koordinasi Abiasa, Bandung.</description>
</item>
<item>
<title>Hati-hati, Tindik Lidah Lebih Berisiko</title>
<link>http://satudunia.oneworld.net/link/gotolink/addhit/83536</link>
<description>Boleh-boleh saja mempunyai kegemaran tato dan tindik asal dilakukan dengan baik dan benar. Selain harus menggunakan jarum yang steril atau jarum disposable (sekali pakai buang), pemilihan lokasi juga penting. Tindik di bagian lidah berisiko tinggi. Karena, lidah memiliki banyak saraf dan pembuluh darah. Jadi, jika Anda tindik di lidah, hati-hatilah  karena risiko menimbulkan infeksi saat penyembuhan luka</description>
</item>
</channel></rss>